Belajar Mudah Tahsin Qur’an Tahapan II : Pengucapan Huruf Hijaiyah

October 20th, 2012 by Ali Hidayah | Posted under Artikel.
Belajar Mudah Tahsin Qur'an

Belajar Mudah Tahsin Qur'an

Belajar Mudah Tahsin Qur’an Tahapan II : Pengucapan Huruf Hijaiyah

Pada Tahap II Belajar Tahsin Al-Qur’an ini yaitu Pengucapan Huruf Hijaiyah, kaidahnya seseorang dikatakan fasih didalam mengucapkan huruf hijaiyah ketika dia mampu mengucapkan setiap huruf seuai dengan makhroj dan sifat-sifat yang dimilikinya.

Mari kita latih bersama pengucapan huruf dari a sampai ya dan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada huruf-huruf tersebut.

1. Huruf ء ( A )
Makhroj ketika mengucapkan huruf A berada pada tenggorokan yang terjauh.

Latihannya :

أَ إِيْ اُوْ بأْ أُوأًَ أَنِ أَأْ نَ مِنَ الْمُوْنِ مَإِ يْأًَ أَنِ أًَ

Kesalahan pada huruf A biasanya sering terjadi ketika bertemu dengan huruf ‘ain, sehingga antara huruf hamzah dengan A seringkali saling mempengaruhi.
Contoh : a’uudzu seringkali dibaca ‘auudzu

2. Huruf ب ( BA )
Huruf ba dikeluarkan dengan cara merapatkan kedua bibir kita. Danketika mati atau ba disukun maka terdengar pantulan.
Kesalahan yang terjadi seringkali Ba lupa untuk dipantulkan suaranya.

Latihannya :

بَا بِيْ بُوْ بَبْ بُوْ بًَا بَنِ بَبْ نَ مِنَ الْمُبنِ مَبِيْبًَا بَنِبًَا

3. Huruf ت ( TA )
Huruf Ta keluar dengan menyentuhkan ujung lidah kita dengan gusi-gusi gigi seri bagian atas. Kemudian huruf Ta ketika diucapkan terdengar ada nafas yang mengalir. Atau dalam ilmu tajwid disebut dengan sifat Al-Hams.
Tidak boleh membaca huruf Ta misalkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan gigi kita. Kemudian sering kali nafasnya tidak mengalir ketika mengucakan huruf Ta.

Latihannya:

تَا تِتيْ تُوْ تَتْ تُوْ تًَا تَنِ تَتْ نَ مِنَ الْمُتْنِ مَتِيْتًَا تَنِتًَا

4. Huruf ث ( TSA )
Huruf Tsa dikeluarkan dengan menyentuhkan ujung lidah kita dengan dinding dua gigi seri bagian atas, diucapkan dengan suara dan nafas yang terdengar mengalir.
Biasanya huruf Tsa terjadi kesalahan pada suara yang tidak mengalir,jadi sekedar nafasnya saja yang mengalir, atau lidah yang keluar terlalu panjang. Jadi yang tepat adalah ujung lidah disentuhkan dengan dinding dua gigi seri bagian atas.

Latihannya :

ثَا ثِتيْ ثُوْ ثَتْ ثُوْ ثًَا ثَنِ ثَثْ نَ مِنَ الْمُثْنِ مَثِيْثًَا ثَنِثًَا

5. Huruf ج ( JA )
Huruf Ja dikeluarkan dengan menyentuhkan tengah-tengah lidah dengan langit langit.
Kesalahan yang sering munculketika mengucapkan huruf Ja adalah mengalirnya nafas, padahal kalau kita melihat sifat yang dimiliki huruf Ja adalah tidak boleh mengalir nafas atau disebut dengan Al-Jahr, lawan dari Al-Hams.

Latihannya :

جَا جِتيْ جُوْ بَجْ جُوْ جًا جَنِ جَجْ نَ مِنَ الْمُجْنِ مَجِيجًَا جَنجًَا

6. Huruf ح ( ha )
Huruf ha dikeluarkan dari tengah-tengah tenggorokan.
Kesalahan yang paling sering ketika mengucapkan huruf ha adalah seringkali terpengaruh dengan huruf Ha.

Latihannya :

حَا حِتيْ حُوْ بَحْ حُوْ حَااًَ حَنِ حَحْ نَ مِنَ الْمُحْنِ مَحِيحًا حَنِحًَا

7. Huruf خ ( KHO )
Huruf Kho dikeluarkan dari pangkal tenggorokan, diucapkan dengan mengalir nafas, atau lebih praktisnya pegucapan huruf Kho persis terdengar sperti orang yang tidur dalam keadaan mendengkur/mengorok.
Kesalahan pada pengucapan huruf Kho biasanya adalah suara yang tidak menebal, padahal huruf Kho memiliki sifat Al-Isti’la. Ada sebuah kaidah yaitu semua huruf yang memilki sifat Al-Isti’la mesti diucapkan dengan suara yang tebal.

Latihannya :

خَا خِتيْ خُوْ بَخْ خُوْ خَاً خَنِ خَخْ نَ مِنَ الْمُخْنِ مَخِيخًا خَنِحخًا

8. Huruf د ( DA )
Huruf Da diucapkan dengan menyantuhkan ujung lidah kita dengan bagian gusi-gusi dua gigi seri bagian atas.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menyentuhkan ujung lidah dengan langit-langit, dan kesalahan yang lainnya ketika mengucapkan huruf Da adalah melupakan sifat Qolqolah yang dimilki huruf Da.

Latihannya :

دَا دِيْدُوْ بَدْ دُوْ د ًَ دَنِدَدْ نَمِنَ الْمُدْنِ مَدِيد ًَ دَنِد ًَا

9. Huruf ذ ( DZA )
Huruf Dza diucapkan dengan menyentuhkan ujnug lidah dengan dinding dua gigi seri bagian atas seperti kita mengucapkan huruf Tsa,ujung liodah boleh ditampakan ataupun tidak nampak.
Kesalahan yang suka terjadi pada pengucapan huruf Dza suara yang seringkali tertahan ketika diucapkan dalam keadaan sukun atau suara seringkali dipantulkan.

Latihannya :

ذَا ذِيْذُوْ بَذْ ذُوْ ذ ًَ ذَنِذَذْ نَمِنَ الْمُذْنِ مَذِيذ ًَا ذَنِذ ًَا

10. Huruf ر ( RO )
Huruf Ro diucapkan dengan menyentuhkan punggung lidah dengan langit-langit.

Laihannya :

رَا رِيْرُوْ بَرْ رُوْ ر ًَ رَنِرَرْ نَمِنَ الْمُرْنِ مَرِير ًَا رَنِر ًَا

11. Huruf ز ( ZA )
Huruf Za diucapkan dengan cara ujung lidah kita berada diantara dua gigi seri bagian atas dan bagian bawah.Menyerupai dengan pengucapan huruf Z didalam huruf latin, tetapi ingat huruf Za bersifat Al-Jahr artinya ketika kita menhucapkan huruf Za suara kita mengalir akan tetapi nafas tidak boleh mengalir.

Latihannya :

زَا زِيْرُوْ بَزْ زُوْ ز ًَ زَنِزَزْ نَمِنَ الْمُزْنِ مَزِيز ًَا زَنِز ًَا

 

 

12. Huruf س ( SA )
Huruf Sa diucapkan dengan ujung lidah berada diantara dua gigi seri kita.
Diantara sifat yang menonjol ketika kita mengucapkan huruf Sa atau huruf Sin, adalah sifat Ash-Shofir dimana ketika mengucapkan huruf Sa ada suara tambahan yang menyerupai dengan suara belalang.

Latihannya :

سَا سِيْ سُوْ بَسْ سُوْ سًَا سَنِ سَ سْ نَمِنَ الْمُسْنِ مَسِيسًَا سَنِسًَا

13. Huruf ش ( Sya )
Huruf Sya dikeluarkan dengan cara mengangkat tengah lidah ke langit-langit. Dansifat yang dimiliki huruf Sya yang paling nampak adalah yang disebut dengan sifat At-Tafasyi yaitu menyebarnya angin didalam mulut kita.

Latihannya:

شَا شِيْ شُوْ بَشْ شُوْ شًَا شَنِ شَ شْ نَمِنَ الْمُشْنِ مَشِيشًا شَنِشًَا

14. Huruf ص ( SHO )
Huruf Sho sama seperti huruf Sa dan Za, yaitu lidah berada diantara dua gigi seri, untuk memudahkan pengucapan huruf Sho perhatikan sifat Ash-Shofir yang dimiliki oleh huruf Sho, yaitu suara tambahan yang terdengar menyerupai dengan suara angsa.
Dan ingat ketika kita mengucapkan huruf fathah maka bibir kita tidak boleh diucapkan dengan monyong, satu hal yang mesti kita ingat setiap mengucapkan huruf fathah maka dibuka rongga mulutnya dengan sempurna. Tidak ada huruf fathah yang diucapkan dengan cara memonyongkan dua bibir kita.

Latihannya:

صَا صِيْ صُوْ بَصْ صُوْ صًا صَنِ صَصْ نَمِنَ الْمُصْنِ مَصِيصًا صَنِصًَا

15. Huruf ض ( DHO )
Huruf Dho diucapkan dengan menyentuhkan sisi lidah kita dengan graham-graham atas, boleh salahsatu sisi disentuhkan dengan salahsatu graham atas kita, atau boleh juga menyentuhkan dua sisi lidah kita dengan dua graham kita.
Diantara sifat yang menonjol pada pengucapan huruf Dho adalah sifat Al-Istitholah, yaitu suara kita memanjang dan terdengar lembut suaranya ketika diucapkan dan memanjang suara kita.

Latihannya :

ضَا ضِيْ ضُوْ بَضْ ضُوْ ضًا ضَنِ ضَضْ نَمِنَ الْمُضْنِ مَضِيضًا ضَنِضًَا

16. Huruf ط ( THO )
Huruf Tho diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan gusi-gusi dua gigi seri bagian atas. Sifat yang dimiliki oleh huruf Tho yang mesti nampak ketika kita ucapkan adalah sifat Al-Isti’la dan sifat Al-Itbakh,sehingga dengan dua sifat ini maka ketika Tho diucapkan suara kita terdengar menebal.Dan dalam posisi sukun Tho memiliki sifat Qolqolah sehingga suaranya mesti terdengar mantul.

Latihannya :

طَا طِيْ طُوْ بَطْ طُوْ طًا طَنِ طَ طْ نَمِنَ الْمُطْنِ مَطِيطًا طَنِطًَا

17. Huruf ظ ( ZHO )
Huruf Zho diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan dua gigi seri bagian atas sebagaimana kita mengucapkan huruf Dza, yang membedakannya adalah Zho memiliki sifat Al-Isti’la dan sifat Al-Itbakh yang tidak dimilki oleh huruf Dza, sehingga Dza terdengar lebih tipis dibandingkan dengan Zho.

Latihannya :

ظَا ظِيْ ظُوْ بَظْ ظُوْ ظًا ظَنِ ظَ ظْ نَمِنَ الْمُظْنِ مَظِيظًا ظَنِظًا

18. Huruf ع ( AIN )
Huruf Ain dikeluarkan dari tengah-tengah tenggorokan seperti kita mengucapkan huruf ha.
Kesalahan sering muncul huruf ‘Ain seringkali diucapkan dengan suara memasuki hidung. Dan perhatikan juga ketika huruf Ain disukun maka suara kita tidakboleh mati.

Latihannya :

عَا عِيْ عُوْ بَعْ عُوْ عًا عَنِ عَ عْ نَمِنَ الْمُعْنِ مَعِيعًا عَنِعًا

19. Huruf غ ( GHO )
Huruf GHO diucapkan seperti kita mengucaokan huruf Kho, yaitu diucapkan dari pangkal tenggorokan kita, yang membedakannya adalah Kho mengalir nafas dan Gho tidakmengalir nafas. Dan keduanya memiliki persamaan yaitu keduanya memiliki sifat Al-Isti’la sehingg kedua huruf tersebut ketika diucapkan suara kita mesti terdengar menebal.
Perhatikan posisi mulut kita ketika mengucapkan dalam keadaan fathah tidak dimponyongkan tapi terbuka, ketika dhomah baru bibir kita dimonyongkan sehingga keluar vocal u dengan sempurna. Dan diucapkan dengan suara yang lembut.

Latihannya :

غَا غِيْ غُوْ بَغْ غُوْ غًا غَنِ غَ غْ نَمِنَ الْمُغْنِ مَغِيغًا غَنِغًا

20. Huruf ف ( FA )
Huruf Fa diucapka dengan menyentuhkan ujung dua gigi seri kita bagian atas dengan bibir bawah bagian dalam, sepeti kita mengucapkan huruf F didalam huruf latin.
Suara dan angina mesti keluar dengan lembut.

Latihannya :

فَا فِيْ فُوْ بَفْ فُوْ فًا فَنِ فَ فْ نَمِنَ الْمُفْنِ مَفِيفًا فَنِفًا

21. Huruf ق ( QO )
Huruf Qo diucapkan dengan cara menyentuhkan pangkal lidah kita dengan langit-langit bagian belakang, diucapkan dengan suara yang tebal dan dalam posisi sukun maka terdengar pantulan suara.

Latihannya :

قَا قِيْ قُوْ بَقْ قُوْ قًَا قَنِ قَ قْ نَمِنَ الْمُقْنِ مَقِيقًا قَنِقًا

22. Huruf ك ( KA )
Huruf Ka diucapkan dengan mengangkat pangkal lidah kita keposisi didepan huruf Qof. Diucapkan dengan mengalirkan nafas kita.

Latihannya :

كَا كِيْ كُوْ بَكْ كُوْ كًا كَنِ كَ كْ نَمِنَ الْمُكْنِ مَكِيكًا كَنِكًا

23. Huruf ل ( LA )
Huruf La diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah kita disentuhkan dengan langit-langit didepan pengucapan huruf Ro.

Latihannya :

لاَ لِيْ لُوْ بَلْ لُوْ لاًَ لَنِ لَ لْ نَمِنَ الْمُلْنِ مَلِيلاًَ لَنِلاًَ

24. Huruf م ( MA )
Huruf Ma diucapkan dengan cara merepatkan dua bibir.

Latihannya :

ماَ ميْ مُوْ بَمْ مُوْ ماًَ مَنِ مَ مْ نَمِنَ الْمُمْنِ مَمِيماًَ مَنِماًَ

25. Huruf ن ( NA )
Huruf Na cara pengucapannya dengan menyentuhkan ujung lidah kita diantara posisi Ro dan La.

Latihannya :

ناَ نيْ نُوْ بَنْ نُوْ ناًَ نَنِ نَن نَ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيناًَ نَنِناًَ

26. Huruf و ( WA )
Huruf Wa diucapkan dengan cara memonyongkan dua biir kita.

Latihannya :

واَ وِيْ وُوْ بَوْ وُوْ واًَ وَنِ وَوْ نَ مِنَ الْمُوْنِ مَوِيواًَ وَنِواًَ

27. Huruf ه ( Ha )
Huruf ha pengucapannya dikeluarkan dari tenggorokkan yang terjauh, sama seperti kita mengucapkan huruf a. Huruf Ha seringkali diucapkan dari dada, ingat didalam makhorijul huruf kita tidak mengenal pengucapan huruf-huruf dada.

Latihannya :

هاَ هِيْ هُوْ بَهْ هُوْ هاًَ هَنِ هَ هْ نَ مِنَ الْمُهْنِ مَهِيهاًَ هَنِهاَ

28. Huruf ي ( YA )
Huruf Ya, makhrojnya membuka kedua bibir dengan sempurna.

Latihannya :

ياَ تِيْ يُوْ بَيْ يُوْ ياًَ يَنِ يَ يْ نَ مِنَ الْمُيْنِ مَيِيْياًَ يَنِياًَ

Demikian sahabat muslim semua materi tahapan kedua dari materi utama Belajar Mudah Tahsin Qur’an dari Ust.Abu Rabbani. InsyaAlloh kita akan bahas materi belajar Qur’an selanjutnya pada artikel pembahasan berikutnya.
Selamat belajar.

Materi sebelumnya :

Belajar Mudah Tahsin Qur’an
Belajar Mudah Tahsin Qur’an Tahapan I

Tags: ,

Comments

One Response to “Belajar Mudah Tahsin Qur’an Tahapan II : Pengucapan Huruf Hijaiyah”

Do you have any comments on Belajar Mudah Tahsin Qur’an Tahapan II : Pengucapan Huruf Hijaiyah ?

Switch to our mobile site