6 Sebab Ramadhan Di Sebut Bulan Penuh Keberkahan.

Sahabat Pena Muslim!

Allah yang telah memuliakan sebagian makhluknya dari sebagian makhluk lainnya, mengutamakan sebagian tempat dari sebagian tempat lainnya, sebagian hari dari hari-hari lainnya, dan bulan dari  sebagian bulan lainnya atas kebesaran kehendaknya.

Allah Ta’ala yang memuliakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai manusia terbaik di dunia, menjadikan mekkah sebagai tempat berteduh paling mulia di muka bumi, mengutamakan jum’at sebagai hari terbaik, dan memilih Ramadhan sebagai bulan yang paling mulia di antara bulan lainnya.

Kita sering mendengar dan membaca bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di dalamnya banyak keberkahan, keutamaan, dan kemuliaan. Namun, pernahkah sahabat Pena Muslim bertanya, ada apa di bulan ini? Apa faktor yang menjadikan Ramadhan memilik keutaaman yang tidak terdapat di bulan-bulan lainnya?

Tak kenal maka tak sayang. Ketidaktahuan seorang muslim atas keutamaan bulan ini, membuat ia akan lalai dan meremehkan hari-harinya dengan hal-hal yang tidak ada manfaat bagi akhirat dan dunianya.

Maka itu, Pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan beberapa penyebab keutamaan dan kemuliaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan, guna sahabat bisa menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan semangat.

Berikut 6 faktor yang menjadikan bulan Ramadhan penuh dengan berkah:

1. Bulan Ramadhan Di Sebut Juga Bulan Al-Qur’an.

Di sebut sebagai bulan Al-Qur’an, karena pada bulan inilah Al- qur’an diturunkan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (Al-Baqarah: 185).

Bahkan dijelaskan pada bulan Ramadhan semua kitab wahyu juga di turunkan; Suhuf Nabi Ibrahim, Taurat kepada Nabi Musa, dan Injil kepada Nabi Isa –Alaihim Salam-. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أنزلت صحف إبراهيم عليه السلام في أول ليلة من رمضان، وأنزلت التوراة لست مضين من رمضان، والإنجيل لثلاث عشرة خلت من رمضان، وأنزل الفرقان لأربع وعشرين خلت من رمضان.

Di turunkan Suhuf (Lembaran wahyu) pada malam pertama Ramadhan, dan diturunkan Injil pada malam 7 Ramadhan, dan diturunkan Taurat pada malam 13 Ramadhan, dan Al-Furqan (Al-Qur’an) pada malam ke 24 Ramadhan[1].

2. Pintu Surga Terbuka Lebar dan Pintu Neraka Tertutup, Rapat Serta Setan – Setan terbelenggu.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدة الشياطين و مردة الجن، وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب، وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب، وينادي مناد: يا باغي الخير أقبل، يا باغي الشر أقصر، والله عتقاء من النار وذلك كل ليلة

“Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, para setan dan jin-jin jah di belenggu, pintu -pintu neraka ditutup , tidak ada satu pintupun yang dibuka, dan pintu-pintu surga terbuka lebar, tidak ada satu pintupun yang tertutup, kemudian ada penyeru yang memanggil : wahai orang-orang yang ingin mencari kebaikan di bulan ini! Kejarlah ia (dengan sungguh-sungguh)! wahai orang yang ingin kejelekan di bulan ini! Lalailah (bermain-mainlah)kalian. kemudian Allah akan membebaskan sejumlah orang dari siksaan neraka pada setiap malam.[2]

3. Di Dalam Bulan Ramadhan Terdapat Malam Terbaik, Yaitu Malam Lailatul Qadr.

Ada apa dengan malam Lailatul Qadr?

Lailatul Qadar Yaitu malam yang memiliki kemuliaan lebih baik dari pada seribu bulan, malam yang diselimuti keselematan, keamanan, keberkahan, dan kebaikan.

Pada malam itu Al-Qur’an diturunkan, para malaikat berbondon bondong turun ke dunia untuk membawa keberkehan, malam yang semua doa dipanjatkan akan terkabul dengan izin Allah.  Maka baramsiapa yang bisa mendirikan shalat dan beribadah di malam itu, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:   

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan tahajud (shalat malam) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni[3].”

Baca Juga: Kesungguhan Para Salaf Dalam Meraih Lailatul Qadar


4. Bulan Maghfirah dan Ampunan.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:   


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharapkan (pahala) di sisi allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan di ampuni[4].”

Rasulullah juga bersabda:


الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat lima waktu, Dan Jum’at dengan Jum’at berikutnya, Dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. Ibadah yang dilakukannya di hari hari itu merupakan penghapus dosa baginya, selama dosa-dosa besar dijauhi[5].”

5. Di Bulan Ramadhan Sebagian Penduduk Neraka Akan di Bebaskan Dari Siksaannya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:   

لله عند كل فطر عتقاء

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)[6]

إن لله تبارك وتعالى عتقاء في كل يوم وليلة 

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan kebebasan dari siksa neraka pada setiap hari bulan Ramadan[7]

6. Bulan Mustajabnya Doa.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:   

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi[8].”

Rasulullah juga bersabda:

وإن لكل مسلم في كل يوم وليلة دعوة مستجابة

sesungguhnya setiap muslim yang berdoa siang dan malam pada bulan Ramadhan, terdapat waktu mustajab[9]”.

Karena itu perbanyaklah berdoa pada bulan Ramadhan khususnya di waktu sahur dan berbuka. Penulis menyarankan,  Dahulukanlah berdoa ampunan dan maghfirah dari Allah, sebelum meminta perkara kepentingan dunia kita.

Demikanlah beberapa keutamaan bulan Ramadhan, yang menjadikan ia sebagai pemimpinya para bulan-bulan yang lain. Maka tak heran apabila Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya sangat bergembira dan semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Ibnu Abbas salah seorang sahabat nabi mulia, bercerita tentang semangat nabi di bulan ramadhan:

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seseorang yang paling dermawan, dan ketika Ramadhan tiba aku melihat kedermawaan beliau sangat meningkat, dan Jibril ‘alaihissalam menemui beliau setiap malam Ramadhan sampai Ramadhan berakhir untuk  menyampaikan dan mengajari  Al Quran kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sungguh kedermawan Nabi di bulan Ramadhan lebih ringan dari tiupan angin[10].

Jika rasulullah saja yang Allah jamin surga atasnya, masih bersemangat dalam berbagi ke sesama, juga semangat belajar Al-Quran di dalamnya, maka seharusnya kita lebih bersemangat lagi untuk beribadah di bulan berkah ini. Seorang muslim yang cerdas adalah ia yang selalu mengetahui dan mengejar kebaikan untuk kebahagiaannya yang kekal abadi.

Semoga Allah bemberi taufik kepada kita untuk berjumpa dengan Ramadhan.


[1]. HR. Ahmad dan lainnya. Dari Wasilah Ibnu Asqa’ Radhiallahu’anhu.

[2]. HR.Tirmidzi dan lainnya. Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu.

[3]. HR.Bukhari Muslim. Dari  Abi Hurairah Radhiallahu’anhu.

[4] .HR.Bukhari Muslim.

[5] .HR. Muslim. Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu.

[6]. HR. Ahmad. Dari abi Umamah Radhiallahu’anhu.

[7]. HR. Bazar. Dari Abi Sai’id Al-Khudri.

[8]. HR. Tirmidzi

[9]. HR. Bazar. Dari Abi Sai’id Al-Khudri.

[10].HR. Bukhari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top