Keutamaan Dan Kemuliaan Syari’at Puasa.

Sahabat Pena Muslim. Bulan demi bulan saling berganti, tak terasa sebentar lagi umat Islam akan menyambut bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat banyak kemuliaan dan keberkahan. Dan di antara kemuliaan yang terdapat di bulan tersebut adalah kewajiban umat Islam dalam berpuasa.

Perlu diketahui, bahwa syari’at puasa adalah salah satu ibadah yang paling mulia setelah tauhid dan iman kepada Allah. Karenanya, syariat puasa telah Allah wajibkan kepada umat-umat terdahulu sejak zaman Nabi Nuh Alaihi Salam sampai masa Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam , Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS.Al-Baqarah: (183

Ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban puasa bukan hanya di bebankan kepada umat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam saja, namun juga kepada semua umat-umat yang terdahulu, hanya saja berbeda dari cara dan metode ibadahnya. Dan ini menunjukkan bahwa ibadah puasa mempunyai nilai yang agung di sisi Allah Ta’ala.  Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan puasamu itu lebih baik bagimu, Jika kamu mengetahuinya (QS.Al-Baqarah: (184

Benar, seorang muslim jika ia memahami bahwa puasa mempunyai nilai yang agung dan mulia di sisi penciptanya, maka ia akan bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Sebaliknya, ketidak tahuan ia tentang keutamaan ibadah puasa, menjadikan ia malas dan meremehkan ibadah yang mulia ini.  

Karena itulah, pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan beberapa keutamaan puasa yang harus diketahui oleh semua kaum muslimin, guna meningkatkan semangat dan kualitas dirinya dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Berikut 7 keutamaan dan kemuliaan puasa yang harus diketahui seorang muslim:

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.[1]

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

من قال لا إلهَ إلَّا اللهُ خُتم له بها دخل الجنَّةَ ومن صام يومًا ابتغاءَ وجهِ اللهِ خُتم له به دخل الجنَّةَ 

“Barangsiapa yang menutup hidupnya dengan kalaimat “La Ilaha Illa Allah”, maka baginya surga. Dan barang siapa yang wafat dalam keadaan berpuasa dengan niat tulus untuk Allah, maka baginya surga.[2]

Seorang sahabat nabi (Abu Umamah) menjumpai Rasulullah, kemudian ia berkata: Ya Rasulullah! Tunjukkan kepadaku amalan apa yang memudahkan masuk ke dalam surga? Kemudian Raasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ

berpuasalah! Karena(ganjarannya) tak ada yang sebanding dengannya.[3]

2. Puasa Dapat Memberi Syafaat Pada Hari Kiamat.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

الصّـِيَامُ وَالقُرْآنُ يَشْفَعَانِ للِعَبْدِ، يَقُوْلُ الصّـيِامُ رَبِّ أِنّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ والشَّرابَ في النَّهارِ فَشَفِّعنِيْ فِيهِ، وَيَقُوْلُ القُرْآنُ رَبِّ اِنّيِ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللّيْلِ فَشَفِّعني فِيهِ فَيُشَفَّعَاَنِ.

Puasa dan Alquran akan memberi syafaat bagi hamba (yang mengerjakannya). Shaum akan memohon, Ya Allah, aku akan menghalanginya dari makan dan minum pada siang hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya. Dan Alquran berkata, Ya Allah, aku telah menghalangi dari tidur pada malam hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya. Akhirnya kedua syafaat itu diterima.[4] 

3. Dimasukkan Kedalam Surga Yang Bernama Ar-Rayan.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Di surga ada sebuah pintu bernama Ar-Rayyan yang kelak pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tanpa ada seorangpun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan pada hari itu, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun bangkit untuk memasuki pintu itu tanpa seorangpun selain mereka yang memasukinya. Ketika mereka sudah masuk semua, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorangpun yang memasukinya.[5]

Ar-Rayan adalah surga yang dikhususkan bagi orang yang gemar berpuasa. Kalimat Ar-Rayan di ambil dari bahasa Arab, yang artinya kenyang dan tak pernah merasa kehausan. Dinamakan demikian, sebab orang yang memasukinya tidak akan pernah merasa haus dan lapar, sebagai kemuliaan dan balasan kepada mereka yang telah menahan lapar dan haus di dunia[6].

4. Puasa Adalah satu satunya Ibadah yang Allah khususkan buat-Nya, Dan Allah Sendiri Yang Akan Membalas Ganjarannya.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda dalam Hadist Qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Segala amalan anak cucu Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya.[7]

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkususkan ibadah ini untuk-Nya, di sebabkan karena Ibadah puasa terdapat di dalamnya nilai – nilai keikhlasan dan kejujuran yang sangat jelas. Karena Yang mengetahui seseorang berpuasa atau tidak adalah Allah dan orang yang bersangkutan, seseorang bisa saja membatalkan puasanya di tempat yang tersembunyi, sedang ia menampakkan dihadapan orang bahwa ia tengah berpuasa. Karena itu Allah memuliakan orang yang berpuasa atas keiklasan dan kejujuran mereka . Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi;

الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي

“Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. Ia tinggalkan makanan, minuman dan syahwatnya semata untuk-Ku.”.

5. Puasa Adalah Perisai Diri dari Maksiat, dan Pelindung Dari Api Neraka.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda dalam Hadist Qudsi:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ.

“Maka jika seorang dari kalian tengah berpuasa, janganlah ia berkata-kata kotor dan berlaku tidak terpuji. Dan jika ada seorang yang mencela atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata kepada orang itu, ‘Sesungguhnya saya tengah berpuasa.”

Hadist ini menjelaskan bahwa puasa dapat melatih seseorang dalam mengendalikan lisan dan perilaku yang tak baik. Bahkan jika ada orang yang memprovokasinya, hendaknya ia tak terpancing untuk membalas caciannya melainkan bersabar dan berucap: saya dalam keadaan berpuasa.

Kemudian puasa juga dapat menjadi perisai dari api neraka, Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال

Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan.”(HR. Ahmad dan Nasai).

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam juga bersabda, Dalam Hadist Qudsi:

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka.”

6. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda dalam Hadist Qudsi:

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

 “Sungguh bau mulut orang yang tengah berpuasa adalah lebih baik di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.”

Sungguh hal ini menunjukkan keagungan orang yang berpuasa di sisi allah. bau mulut yang berasal dari lambung seorang yang tengah berpuasa, meski tidak baik menurut indra manusia, namun di sisi Allah bau tersebut adalah lebih harum dari wangi kesturi, karena orang yang berpuasa telah menjaga dirinya, lidahnya, dan perbuatannya dari hal-hal haram, maka yang muncul darinya hanya perbuatan dan perkataan yang baik[8].

7. Orang Yang Berpuasa Akan Meraih Dua Kebahagiaan.

Yaitu kegembiran ketika berbuka, dan kegembiran ketika berjumpa dengan Allah.

Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam bersabda dalam Hadist Qudsi:

 لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ 

“Bagi seorang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang akan didapatkannya; kegembiraan tatkala berbuka puasa dan kegembiraan ketika berjumpa Allah dengan amalan puasa yang dibawanya.”

Adapun kegembiraan yang pertama: Sebab ia merasa bersyukur atas nikmat dan izin Allah, ia mampu menunaikan ibadah mulia ini sampai waktu berbuka. Karena berapa banyak orang yang Allah halangi mereka dalam menjalankan ibadah puasa!? Kemudian, ia juga senang atas makanan dan minuman yang allah halalkan untuk memakannya, setelah ia lelah dari menahannya.

Sedangkan kegembiraan kedua, sebab ia telah melihat dan mendapatkan pahala sempurna yang tak terhingga.

Baca juga: Doa Yang Mesti Diucapkan Di Sepuluh Malam Terakhir.

Demikianlah beberapa keutamaan dari ibadah puasa yang bisa penulis sebutkan. Namun perlu digaris bawahi bahwa keutamaan-keutamaan di atas tidak akan didapatkan kecuali ia lakukan dengan sebaik mungkin, yaitu; memerhatikan adab-adabnya, dan menjauhi sebab-sebab yang dapat merusak ibadah tersebut. Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.     


[1] . HR. Bukhari dan Muslim. Dari Abi Hurairah radiallahu’anhu.

[2] . HR.Ahmad. Dari huzaifah radiallahu’anhu.

[3] . HR. An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hiban. Dari Abi Umamah Al-Bahali radiallahu’anhu.

[4] . HR. Ahmad. Dari Abdullah Ibnu Umar radiallahu’anhu..

[5] . HR. Bukhari dan Muslim. Dari Sahal Bin Sa’ad radiallahu’anhu.

[6] . Lihat: Kitab Umdatul Qari, karangan Al’Aini: 10/262.

[7] . HR. Bukhari dan Muslim. Dari Abi Hurairah radiallahu’anhu.

[8] . Lihat: Kitab Al Wabil As-Shayyib, hal: 43.

1 Reply to “Keutamaan Dan Kemuliaan Syari’at Puasa.”

  1. Cute berkata:

    Maasyallah ..
    Ilmu yang sangat bermanfaat..✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top