Al-Qur’an Obat dari Segala Penyakit

Oleh: Zacki Ghifari

Secara umum dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an semenjak awal hingga akhir secara jelas mengaitkan antara pahala kebaikan dan keburukan, hukum-hukum alam dan perintah dengan sebab. Dan Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwa Al-Quran selain sebagai pengingat, Al-Qur’an juga sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman. 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ (الإسراء : ٨٢)

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Al-Isro’ : 82)

Dari sini kita tahu, bahwa setiap sesuatu itu ada penawarnya, Allah tidak turunkan penyakit kecuali Dia turunkan obatnya. Dan Al-Qur’an sendiri adalah obat paling ampuh untuk segala penyakit, bagi orang-orang beriman. 

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda :

ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء (رواه البخاري) 

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Dia juga turunkan penawar baginya” (HR.  Al-Bukhori no. 5678)[1]

Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- : “Dalil ini umum mencakup segala penyakit hati, ruh, badan, dan segala penawarnya.”[2]

Syariat telah menjadikan kebodohan adalah penyakit, sedangkan bertanya kepada Ulama adalah obatnya. 

Allah -subhanahu wata’ala- berfirman :

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لا تَعْلمُوْن (الأنبياء : ٧)

“Maka bertanyalah kepada Ahlu Zikir (Ulama)  jika kalian tidak tahu” (Al-Anbiya :7)

Syariat telah menjadikan iri dan hasad adalah penyakit, sedangkan banyak bersyukur adalah obatnya. 

Syariat telah menjadikan rasa waswas adalah penyakit, sedangkan isti’adzah (berlindung kepada Allah) adalah obatnya.

Penawar terbesar adalah Al-Qur’an. Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- berkata: “Sungguh Allah belum menurunkan penawar dari langit yang lebih umum, paling ampuh, dan paling berguna untuk menghilangkan penyakit kecuali Al-Qur’an.”[3]

Karena Al-Qur’an sendiri adalah obat untuk segala penyakit itu, baik dzohir maupun bathin. Al-Qur’an penawar untuk penyakit kebodohan, keraguan, kesesatan, dan waswas, bahkan Al-Qur’an adalah obat untuk penyakit dzohir/badan. Didalam hadits dari Sahabat Mulia Abi Sa’id Al Khudri -radhiyallahu anhu- :

عن أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ. فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ » (رواه المسلم٢٢٠١) 

Dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu berada dalam safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Saat itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah (mengobati) karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang dan demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau.Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?” Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.” (HR.Muslim no. 2201)[4]

Baja juga : Berobat dengan Air Kencing, Bolehkah?

Imam An-Nawawi -rahimahullah- berkata:

“Pertanyaan Rosulullah -shallallahu alaihi wasallam “Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah Ruqyah?.” menunjukkan bahwa Rasulullah secara jelas menerangkan Al-Fatihah adalah ruqyah (Obat),  maka disunnahkan untuk dibaca kepada orang yg tersengat, orang sakit, dan seluruh penderita penyakit dan gangguan fisik”[5]

Sungguh Al-Fatihah memiliki pengaruh yang sangat ampuh ketika mengobati penyakit bahkan menghilangkannya secara total seakan-akan penyakit itu tidak ada sebelumnya. 

Wallahu A’lam. 

Sumber:

[1] Shahih Al-Bukhari, Kitab: At-thib no. 5678 hal. 122/7

[2] Ad-da’ Wad-dawa’ hal. 7

[3] Ad-da’ Wad-dawa’ hal. 8

[4] Shahih Muslim, no. 2201 hal. 19/3

[5] Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim 211/7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top