Benarkah malam ke-17 Ramadhan disebut malam Nuzulul Quran?

Oleh: Ustadz Ryan Hidayatullah Lc.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang dinanti – nantikan kedatanganya oleh umat musilm sedunia. Banyak peristiwa besar yang terjadi di bulan ini, sehingga menambah keberkahan dan kemuliaannya. salah satu peristiwa besar itu adalah diturunkannya Al-Qur’an dibulan ini. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah, 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan al Qur’an sebagain petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.” 

Kemudian  dalam surat yang lain Allah menjelaskan lebih detail hari dan waktu kapan Alquran diturunkan pertama kalinya, Allah berfirman:  

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkan (Alquran) pada malam yang diberkahi . Sungguh Kamilah yang memberi peringatan”( Ad-Dukhan : 3).

Yang dimaksud dengan  ‘’malam diberkahi” adalah malam Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Qadar, 1: 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“ Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam Qadar “.

Berdasarkan tiga ayat diatas jumhur ulama berpendapat, bahwa  Al-Qur’an diturunkan pertama kali sekaligus dari Lauhul Mahfuzd ke langit dunia di bulan Ramadhan pada Malam lailatu qadar. Kemudian Malaikat Jibril menurunkannya kepada Rasulullah secara bertahap atau berangsur – angsur kurang lebih selama 22 tahun, sesuai dengan sebab atau peristiwa – peristiwa yang terjadi dari sejak beliau diutus sampai beliau wafat 1 .

Setelah kita mengetahui bahwa Al-Qur’an diturunkan dimalam lailatul qadar, dan malam lailatul qadar tidak akan terjadi kecuali dibulan Ramadhan , pertanyaannya kapan malam lailatul qadar itu terjadi benarkah dimalam ketujuh belas Ramadhan atau dimalam yang lain?    

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka dibutuhkan dalil -dalil yang menunjukkan hari terjadinya malam lailatul qadar. Maka dikesampatan kali ini, kami mecoba untuk menyimpulkan beberapa pandangan ulama yang berkaitan dalam masalah ini.   

Yang perlu kita ketahui , ada banyak hadist dan pendapat dalam masalah ini, bahkan Ibnu Hajar mengumpulkan  sekitar 40 lebih pendapat dalam kitabnya fathul bari 2. Diantaranya ada yang berpendapat bahwa lailatul qadar jatuh dimalam ketujuh belas , sembilan belas, dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh empat, dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan . Semua pendapat mempunyai dalil  yang menguatkan pendapatnya .  

Adapun yang berpendapat  bahwa Alquran pertama kali diturunkan di malam ketujuh belas Ramadhan, malam sebelum terjadinya perang badar, pendapat ini berlandaskan dari firman Allah subhanahu wata’ala:

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ

“ Dan apa yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad) di hari “furqan” (hari yang membedakan antara haq dan batil) dan hari bertemunya dua pasukan.

Kemudian dikuatkan dengan beberapa hadist yang mengisyaratkan malam lailatul qadar jatuh dimalam ketujuh belas ramadhan, diantaranya hadist dari Abdullah Ibnu Mas’ud: 

 “Carilah lailatul qadar di malam ketujuh belas Ramadhan , karena  perang badar terjadi di pagi hari tujuh belas ramadhan , dimana Allah berfirman  dihari itu: harinya “furqan” hari yang bertemunya dua pasukan ( perang badar)” 3

 Inilah beberapa dalil yang mengisyaratkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dimalam ketujuh belas ramadhan. Lalu bagaimana kita menyikapi dengan hadist -hadist yang menunjukkan bahwa lailatul qadar jatuh di malam-malam yang lain, seperti hadist  berikut ini:

1 – Hadist dari Ibnu Umar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”  [HR. Bukhari dan Muslim]

2 –  “Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadhan, dan al-Qur’an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad: 4/107)

3 – Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “lalilatul qadar malam kedua puluh empat .” ( HR . Musnad Ahmad: 6 / 12)

4 – Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “carilah malam lailatul qadar di sepuluh akhir Ramadhan, di malam dua puluh sembilan, malam dua puluh tujuh, malam dua puluh lima” .(HR . Muslim)

5 – “Demi Allah aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintah Rasulullah untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh” [HR. Muslim].

Dan masih banyak lagi hadist lainnya yang tidak mungkin Kami sebutkan satu persatu. maka dari itu ulama mencari cara untuk bisa menjama’ ( menyatukan ) maksud dari hadist-hadist yang berbeda ini, agar menghindari ta’arudh ( kontradiksi) diantara dua hadist yang berbeda.

     Bagaimana cara ulama menjama’ (menyatukan) maksud dari semua hadist ini? Jumhur ulama sepakat bahwa hadist-hadist ini menunjukkan bahwa malam lailatul qadar berpindah-pindah setiap tahunnya dari satu malam kemalam yang lain. Diantara ulama yang memegang pendapat ini adalah Imam Malik, Ahmad Ibnu Hambal, Sufyan Assauri, sebagian ulama syafi’iyah, dan dikuatkan oleh Imam Nawawi.

 Kemudian mereka berbeda pendapat kapan kemungkinan besar malam lailatul qadar terjadi: sebagian mengatakan dia berpindah-pindah diantara malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dan dua puluh lima. Sebagian  mengatakan perpindahannya diantara malam duapuluh lima, duapuluh tujuh, duapuluh sembilan. Sebagian lagi mengatakan dia berputar-putar diantara sepuluh malam terakhir, dan sebagian mengatakan perpindahannya diseluruh malam bulan ramadhan. Akan tetapi, disepuluh malam terakhir kemungkinannya lebih besar terjadi, dan dimalam ganjil  kemungkinannya lebih besar lagi 4 .       

Imam Qurtubi berkata: pendapat yang benar menjelaskan bahwa malam lailatul qadar terjadi diantara sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan. Ini adalah pendapat Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Auza’i , dan Abi Sur 5.

Kesimpulannya: Semua ulama sepakat bahwa Al-Qur’an diturunkan dibulan Ramadhan pada malam lailatul qadar. Namun, mereka bersilang pendapat kapan pastinya malam lailatul qadar itu terjadi? Maka dari itu, meyakini dengan pasti bahwa malam Nuzul Quran adalah malam ketujuh belas Ramadhan tentu ini pendapat yang kurang tepat. Karena malam lailatul qadar berpindah-pindah setiap tahunnya. Dan yang kedua, dikhawatirkan akan terjadi  kontradiksi dalam memahami hadist-hadist yang berbeda maksud dan maknanya. Maka dari itu, dibutuhkan metode dan cara dalam menjama’ (menyatukan) hadist-hadist diatas, agar kita dapat memahaminya dengan baik dan benar .

Semoga Allah memberi taufik untuk semuanya .

Wallahu a’lam bisshawaab .

Sumber rujukan :

1 . Tafsir Ibnu Katsir (1/60), Tafsir Qurthubi ( 2/297 ), ( 20/130 ).

2 . Fathul Baari ( 4/262–267 ). 

3 . Mushannif Abdur Razaq ( 8697), Sunan Abi Daud ( 1384 ), Musnad Bazar ( 1648 ), Tafsir Ibnu Katsir ( 8/430), Ad-durar Al-mansur ( 8/568 )

4 . Tharhut Tasrib Fi Syarhit Taqrib (4/158)

5 .Tafsir Al – Qurtubi ( 20/145 ).   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *