Berbakti Kepada Orang Tua

Oleh : Ahmad Yasin

         Sahabat! Orang yang paling mulia bagi kita setelah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya adalah orang tua. Bagaimana tidak? Mereka bersusah payah mengurus dan merawat kita, bahkan mereka rela tidak makan demi anak yang disayangi. Lebih-lebih seorang ibu yang mengandung sembilan bulan.

         Air mata cinta yang tercucur bahagia menyambut kedatangan kita di dunia takkan pernah bisa terbalas, walau dengan bongkahan batu emas. Perjuangan lelah dan berat yang mereka alami, kita tidak akan pernah bisa merasakannya. Dan kasih ibu tak terhingga  sepanjang masa.

         Rasa berat yang dialami orang tua, terutama seorang ibu tak bisa terbayangkan. Berat dan sakit yang ibu rasakan sungguh sangat pedih, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikannya di dalam Alquran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

         “Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan.” (QS. Al Ahqaf : 15)

         Maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala wasiatkan kepada seluruh umat manusia untuk berbakti kepada orang tuanya. Serta melarang mereka menyakiti orang tua walau sekedar dengan kata-kata. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

         “Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al Isra : 23)

         Umat manusia dilarang berkata buruk pada orang tuanya walaupun hanya dengan ucapan “Ah”. Bisa difahami bahwa berkata “Ah” saja tidak diperbolehkan, apalagi lebih dari itu. Jika ucapan buruk saja tidak diperbolehkan, apalagi dengan perbuatan tangan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup ayat ini dengan perintah agar manusia berucap baik kepada orang tuanya.

         Sahabat! Selagi mereka masih ada marilah bersegera untuk kembali kepada keduanya. Jangan sampai waktu mendahului, sehingga kita tidak akan pernah mendapatinya lagi. Jika kita belum bisa pulang, maka berusahalah. Dan jika memang benar-benar tidak bisa, maka usahakan untuk sering-sering menghubunginya.

         Sahabat! Jika engkau sering berbuat baik pada orang, maka jangan lupa untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Demi Allah! Mereka orang yang paling berhak mendapat kebaikan dari kita.

         Sahabat! Bersegeralah sebelum semua terlambat, tidak ada yang tahu kapan ajal datang, kita duluan atau mereka duluan. Jangan sampai kita berpisah dari mereka tanpa memberikan sebuah bakti yang berarti bagi mereka.

         Namun jika mereka telah tiada dan kita masih hidup, Insya Allah masih ada satu pintu kebaikan yang terbuka. Kita dapat mendoakannya setiap saat, berdoalah untuk memohonkan ampun bagi mereka. Sependek-pendek doa bagi mereka ialah,

       اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا

         “Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, serta kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku ketika kecil”.

         Kasih sayang takkan pernah putus selama kita mendoakan mereka, walau berjauhan dan tak bertemu. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan kita dengan orang tua kita di dunia maupun di surganya Allah. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top