Catatan Penting Penuntut Ilmu. #01

Ketika seseorang ingin mendapatkan air hujan maka tentunya dia akan mengambil wadah terlebih dahulu serta memastikan keadaannya, jika didalamnya terdapat kotoran maka dia akan membersihkannya agar air yang masuk bisa dimanfaatkan.

Begitu juga dengan Ilmu, sebelum anda belajar hendaknya persiapkan dulu wadahnya; karena ilmu itu layaknya permata indah yang tidak mau singgah kecuali di tempat yang bersih.

Ketika wadahnya air adalah Ember, maka wadahnya ilmu adalah Hati. Lihatlah bagaimana keadaan hati Anda, bersihkanlah dari hal-hal yang menodainya, karena semakin hati bersih maka akan semakin besar peluang untuk menerima Ilmu.

Oleh karenanya, barangsiapa yang ingin meraih ilmu maka dia harus memperhatikan kesucian hati dan menghiasinya dengan perkara yang dicintai Allah.

Betapa banyak macam-macam kotoran hati, baik dari jenis Syubhat maupun Syahwat. Hendaknya penuntut ilmu menjaga dirinya dari hal itu; karena ilmu tidak akan masuk ke dalam hati jika masih menyimpan hal-hal yang dibenci oleh Allah.

Sahl bin Abdillah rahimakumullah berkata, “Haram bagi hati untuk kemasukan cahaya (ilmu) ketika masih menyimpan sesuatu yang dibenci oleh Allah.”

Baca juga: Carilah teman yang shalih

Jika anda malu dilihat orang lain saat bajumu kotor, maka hendaknya anda malu ketika Allah melihatmu saat hatimu kotor, bukankah Allah menilai seorang hamba dari hatinya?

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).

__
Faedah Syeikh Shalih Al-Ushaimi Hafidzahullah

Baca juga: Kitab Ta’dzimul ‘Ilm karya Syeikh Shalih Al-Ushaimi Hafidzahullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top