Iman Kepada Malaikat

Oleh: Mukhlis Ibnu Katsir.

Kata “Malaikat” dalam bahasa Arab merupakan bentuk Jama’ dari kata “Malak” yang berasal dari kata Aluk dan bermakna risalah.

Adapun menurut kacamata Syari’at, Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari cahaya.

Sebagaimana sabda Rasulullah,

خُلِقَتْ المَلائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ

“Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim).

Empat perkara yang harus di yakini oleh seorang mukmin dalam mengimani Malaikat Allah:

  1. Meyakini keberadaan Malaikat.

Banyak dalil yang menyebutkan tentang keberadaan Malaikat, baik dalam Al-Qur’an maupun Hadits.

Diantaranya sabda Rasulullah,

إِنَّ لِلّٰهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي الأَرْضِ يُبَلِّغُوْنَ مِنْ أُمَّتِي السَّلَامِ

“Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di muka bumi, mereka menyampaikan salam dari umatku kepadaku.” (HR. Nasai).

Jumlah Malaikat.

Jumlah Malaikat sangatlah banyak, bahkan tidak ada yang mampu untuk menghitungnya kecuali Allah SWT.

Allah berfirman,

وَمَا یَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

“Tidak ada yang mengetahui tentara tuhanmu kecuali Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatsir:31).

Hadis Rasulullah SAW juga mengisyaratkan bahwa jumlah mereka sangatlah banyak.

Diantaranya hadis yang diriwayatkan oleh Malik bin Sho’so’ah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Jibril saat perjalanan Isra Mi’raj, “Wahai Jibril, apa ini?.”
Dia berkata, “Ini adalah Baitul Makmur yang setiap harinya dimasuki oleh 70.000 Malaikat. Jika mereka telah keluar maka tidak akan kembali lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda, “Pada hari itu (kiamat) Neraka Jahannam akan didatangkan, padanya ada 70.000 tali, dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat.” (HR. Muslim).

Baitul makmur setiap harinya dimasuki oleh 70.000 Malaikat, sementara mereka tidak bisa kembali lagi karena dimasuki oleh Malaikat yang lain, dan Neraka Jahannam juga akan di bawa oleh 40.900.000.000 Malaikat.

Jika jumlah mereka segitu banyaknya, maka bagaimana dengan malaikat lain?.

  1. Meyakini bahwa Malaikat senantiasa menaati Allah.

Allah SWT berfirman,

لَّا یَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَاۤ أَمَرَهُمۡ وَیَفۡعَلُونَ مَا یُؤۡمَرُونَ

“Dan mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim:6).

  1. Meyakini bahwa Malaikat memiliki perbedaan dalam keutamaan dan kedudukan.

Artinya sebagian Malaikat lebih utama dibandingkan sebagian yang lain.

Allah berfirman,

ٱللَّهُ یَصۡطَفِی مِنَ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ رُسُلࣰا وَمِنَ ٱلنَّاسِۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِیعُۢ بَصِیرࣱ

“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Hajj:75).

Pada ayat diatas disebutkan bahwa Allah SWT memilih utusan-Nya dari kalangan Malaikat. Ini menunjukkan bahwa Malaikat yang dipilih lebih utama dari pada yang lain.

Baca juga : Iman kepada Allah

Diantara banyaknya jumlah mereka, Malaikat yang paling utama adalah Jibril, Mikail, dan israfil; karena Rasulullah pernah menyebutkan nama mereka ketika membuka doanya, beliau berkata, “Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan israfil.” (HR. Muslim).

Dan diantara tiga malaikat tersebut yang paling utama adalah Jibril ‘alaihissalam; karena Allah memberikan amanah kepadanya untuk menyampaikan Wahyu Illahi.

Makanya Allah SWT menyebutkan Jibril dalam Al-Qur’an dengan sifat-sifat sangat mulia.

Allah berfirman,

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولࣲ كَرِیمࣲ ذِی قُوَّةٍ عِندَ ذِی ٱلۡعَرۡشِ مَكِینࣲ مُّطَاعࣲ ثَمَّ أَمِینࣲ

“Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy. Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” (QS. At-Takwir:20-21).

Allah berfirman,

عَلَّمَهُۥ شَدِیدُ ٱلۡقُوَىٰ ذُو مِرَّةࣲ فَٱسۡتَوَىٰ

“Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai penampilan baik; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.” (QS. An-Najm:5-6).

Lihatlah pada ayat diatas, Allah menyebutkan bahwa Jibril utusan Allah, mulia di sisi-Nya, memiliki kekuatan sangat dahsyat, memiliki akhlak indah, memiliki kedudukan di sisi Allah, ditaati penduduk langit, dan amanah dalam menyampaikan Wahyu.

  1. Mengimani bahwa Malaikat dibebani tugas yang berat oleh Allah.

Diantara mereka ada yang diberi amanah untuk menyampaikan Wahyu yaitu Jibril alaihissalam.

Allah berfirman,

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِینُ

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).” (QS. Asy-Syura:193).

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menurunkan air hujan dan menumbuhkan tanaman, yaitu malaikat Mikail.

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk meniup sangkakala, yaitu Israfil.

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menangani fitnah kubur, yaitu Munkar dan Nakir.

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menjaga gunung, yaitu Malakul Jibal.

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menangani rahim.

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk memikul Arsy.

Allah berfirman,

ٱلَّذِينَ يَحْمِلُونَ ٱلْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِۦ

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya.” (QS. Ghafir:7).

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menjaga Surga.

Allah berfirman,

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zumar:73).

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menjaga Neraka.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ فِى ٱلنَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ ٱلْعَذَابِ

“Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.” (QS. Ghafir:49).

Diantara mereka ada yang ditugaskan untuk mencatat amalan hamba.

Allah berfirman,

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf:18).

Dan Diantara mereka ada ditugaskan untuk mencabut nyawa, yaitu Malakul Maut.

Allah berfirman,

قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah:11).

Kemampuan Malaikat.

Allah SWT yang Maha Adil memberikan kemampuan kepada malaikat untuk melakukan segala perintah-Nya.

Diantara kemampuan tersebut berupa:

  1. Kekuatan sangat dahsyat.

Allah menyebutkan kriteria Jibril dengan firman-Nya,

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ

“Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. An-Najm:5).

  1. Postur tubuh yang besar.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلاَئِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ

“Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat Allah pemikul ‘Arsy, yaitu antara daging telinga dengan pundaknya sejauh tujuh ratus tahun perjalanan.” (HR. Abu Daud).

  1. Bisa berubah bentuk.

Malaikat pernah mendatangi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam bentuk manusia biasa.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوا۟ سَلَٰمًا ۖ قَالَ سَلَٰمٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat”. Ibrahim menjawab, “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. HUD:69-70).

  1. Memiliki kecepatan kilat.

Kecepatan Malaikat tidak bisa disamakan dengan kecepatan manusia. Menurut kacamata manusia, sesuatu yang memiliki kecepatan tertinggi adalah kecepatan cahaya. Dan Malaikat jauh lebih cepat dari pada kecepatan cahaya.

Coba bayangkan, tatkala ada seorang bertanya suatu hal kepada Rasulullah, padahal dia belum selesai dari pertanyaannya, namun malaikat Jibril sudah sampai ke Rasulullah membawa jawaban dari Allah SWT.

Sumber: kitab Al-Kalimat As-Sadidah karya Syaikh Khalid Al-Juhani hafidzahullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top