Iman Kepada Rasul

Dalam beriman kepada para Rasul, ada enam hal yang harus diperhatikan oleh seorang mukmin:

Pertama:
Beriman kepada mereka secara umum dan terperinci.

Beriman secara umum artinya, kita mengimani bahwa Allah telah mengutus seorang Rasul kepada setiap umat manusia untuk mendakwahkan tauhid.

Allah berfirman :

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An-Nahl:36).

Disamping itu, seseorang juga harus meyakini bahwa semua Rasul adalah orang yang jujur, mulia, bertaqwa, amanah, berada diatas kebenaran, selalu ditolong Allah, dan mereka telah menyampaikan risalah Allah dengan sempurna.

Adapun beriman kepada mereka secara terperinci, artinya mengimani terhadap Nama-nama, keutamaan dan karakteristik mereka yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah.

Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan 25 Nama Nabi dan Rasul, yaitu Adam Idris Nuh hud shaleh Ibrahim Luth Ismail Ishak Yakub Yusuf Ayub Syu’aib Musa Harun Zulkifli Daud Sulaiman Ilyas ilyasa Yunus Zakaria Yahya Isa Muhammad.

Kedua:
Beriman bahwa para Rasul diutus untuk mendakwahkan tauhid, meskipun syariat mereka berbeda-beda.

Rasulullah bersabda,

الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Para nabi itu ibarat saudara seibu. Ibu mereka berbeda-beda, agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksudnya, agama mereka satu yaitu tauhid. Dan ini mereka berbeda-beda artinya syariatnya.

Ketiga:
Beriman bahwa mereka adalah manusia biasa, sehingga tidak memiliki sedikitpun sifat Rububiyah ataupun Uluhiyah.

Allah berfirman,

قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرࣱ مِّثۡلُكُمۡ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ یَمُنُّ عَلَىٰ مَن یَشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” (QS. Ibrahim:11).

Baca juga : Iman Kepada Malaikat

Keempat:
Beriman bahwa para Rasul memiliki keutamaan yang berbeda-beda, sebagian mereka lebih utama daripada yang lain. Yang paling utama diantara mereka adalah Ulul Azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Dan paling utama diantara Ulul Azmi adalah Rasulullah Saw.

Rasulullah bersabda :

أنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ

“Aku adalah tuannya manusia.”

Kelima:
Beriman bahwa mereka diberikan mukjizat oleh Allah.

Nabi Nuh diberikan mukjizat bahtera sangat besar yang tidak ada tandingannya, Nabi Shaleh berupa seekor unta, Nabi Daud diberikan kemampuan bisa melunakkan besi dan suara indah, sehingga jika dia bertasbih maka gunungpun menajwabnya dengan tasbih pula serta burung-burung mengerumuninya dari atas.

Nabi Sulaiman diberikan kemampuan bisa menaklukkan angin, jin, dan mampu berbicara dengan hewan.

Nabi Ibrahim diberikan mukjizat tidak mempan dibakar oleh api, Nabi Musa diberikan mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular besar dan diberikan kemampuan menjadikan tangannya bersinar seperti rembulan putih, bukan karena penyakit.

Nabi Isa diberikan mukjizat bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang terkena penyakit kusta, menciptakan burung serta bisa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dengan izin Allah.

Dan Nabi Muhammad diberikan mukjizat banyak sekali, diantaranya peristiwa Isra’ dan Mi’raj, membelah rembulan dan diberikan Al-Qur’an Al-Karim.

Keenam:
Seseorang akan meraih keimanan sempurna tatkala mampu mewujudkan lima perkara:

  1. Meyakini bahwa apa yang dikabarkan oleh Rasulullah benar; karena itu wahyu ilahi.

Allah berfirman,

وَمَا یَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰۤ ۝ إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡیࣱ یُوحَىٰ

“Tidaklah dia berkata dari hawa nafsu. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm:3-4).

  1. Mentaati perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Allah berfirman,

وَمَاۤ أَرۡسَلۡنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِیُطَاعَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ

“Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah.” (QS. An-Nisa:64).

Namun hal ini berdasarkan kemampuan seorang muslim.

Rasulullah bersabda,

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَ اسْتَطَعْتُمْ

“Jika Aku perintahkan kepada kalian dengan suatu perintah maka lakukanlah semampu kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Menjauhi apa yang dilarang oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Rasulullah bersabda,

فَإِذَا نَهَيْتُكُم عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوْهُ

“Jika aku melarang sesuatu kepada kalian, maka jauhilah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Menjadikan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai suri tauladan pada setiap lini kehidupan, baik secara lahir maupun batin.

Allah berfirman,

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِی رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ لِّمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلۡیَوۡمَ ٱلۡـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21)

Ibnu Katsir berkata, “Ayat yang mulia ini adalah pondasi besar dalam mencontoh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada ucapan, perbuatan dan keadaannya. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk mencontoh Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan makna ayat tersebut, “Tidakkah kalian mengikuti Rasulullah serta mencontoh karakternya?”

  1. bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tatkala disebut namanya.

Allah berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56)

Dan ini hukumnya wajib satu kali seumur hidup, sedangkan tatkala disebutkan namanya maka Sunnah.

Sumber:

Kitab Al-Kalimat As-Sadidah karya Syaikh Khalid Al-Juhani hafidzahullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top