Indahnya Telaga Nabi

Salah satu perkara yang wajib diimani oleh seorang muslim adalah keberadaan Haudh (telaga) Nabi Shallallahu alaihi wasallam, yaitu sebuah telaga yang berada di Padang Mahsyar, airnya mengalir dari sungai Kautsar milik Nabi Shallallahu alaihi wasallam di Surga, makanya disebut juga dengan Telaga Kautsar.

Imam Thahawi berkata, “Telaga yang Allah muliakan Rasulullah dengannya sebagai bentuk pertolongan terhadap umatnya adalah suatu yang hak (benar).”

Bukan hanya Rasulullah yang memiliki telaga, bahkan setiap Nabi memiliki telaga untuk umatnya masing-masing.

Rasulullah bersabda,

إِنَّ لكلِّ نبيٍّ حوضًا ، وإِنَّهم يتباهَوْنَ أيُّهم أكثرُ وارِدَةً ، وإِنَّي أرجو أنْ أكونَ أكثرَهم واردَةً

“Sesungguhnya setiap Nabi memiliki Telaga, sungguh mereka saling berbangga siapa diantara mereka yang paling banyak pengunjungnya. Dan sungguh aku berharap orang yang paling banyak pengunjungnya.” (HR. Tirmidzi).

Manusia sangat berharap untuk menikmati air telaga tersebut, karena dahsyatnya suasana yang telah mereka hadapi di Padang Mahsyar, terutama panasnya terik matahari yang berjarak satu mil diatas kepala.

Telaga tersebut memiliki ukuran besar, jika ingin mengelilinginya maka membutuhkan waktu satu bulan perjalanan.

Rasulullah bersabda,

إنَّ قَدْرَ حَوْضِي كما بيْنَ أيْلَةَ وصَنْعاءَ مِنَ اليَمَنِ

“Sesungguhnya ukuran telagaku seperti jarak antara Ailah dan Shan’a di Yaman.” (HR. Bukhari).

Ailah merupakan kota yang berada di Negeri Syam, tepatnya di ujung Laut Merah. Namun ini hanya perkiraan saja, karena dalam riwayat lain Rasulullah menyamakan antara Jarba  dan Adzruh yang keduanya berada di Negeri Syam. Terkadang beliau juga mempermisalkan antara kota Madinah dan Shan’a, Mekkah dan Baitul Maqdis, Oman dan Aula, Adn dan Oman.

Adanya perbedaan ini karena Rasulullah berbicara dengan orang yang berbeda-beda, makanya beliau memberikan permisalan sesuai dengan apa yang bisa difahami oleh pendengarnya.

Baca juga : Benarkah Zina Adalah Hutang Yang Harus Dibayar ?

Dari permisalan diatas kita tahu bahwa Telaga beliau sangat besar nan luas, amatlah merugi orang yang terhalang dari telaga tersebut.

Tidak hanya luas, bahkan kualitas Airnya sangat luar biasa, lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih wangi dari pada minyak kasturi, dan orang yang meminumnya meskipun satu tegukan saja, maka dia tidak akan merasakan haus selamanya. Pada telaga tersebut juga disediakan bejana sangat banyak lagi indah, seperti halnya bintang-bintang yang menghiasi keindahan langit.

Rasulullah bersabda,

حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، ماؤُهُ أبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، ورِيحُهُ أطْيَبُ مِنَ المِسْكِ، وكِيزانُهُ كَنُجُومِ السَّماءِ، مَن شَرِبَ مِنْها فلا يَظْمَأُ أبَدًا

“Telagaku (luasnya) berjarak satu bulan, airnya lebih putih daripada susu, harumnya lebih wangi dari pada minyak kasturi, bejananya bagaikan bintang dilangit. Barangsiapa yang meminum darinya maka tidak akan pernah merasakan haus selama-lamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Amalan yang anjurkan agar mendapatkan telaga nabi

Banyak sekali amalan yang bisa mengantarkan pelakunya menuju Telaga Nabi, namun ada beberapa amalan khusus dari Baginda Rasulullah.

Pertama: Sabar terhadap kedzaliman penguasa.

Rasulullah bersabda,

سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أُثْرَةً، فَاصْبِرُوا حتَّى تَلْقَوْنِي علَى الحَوْضِ

“Setelahku kalian akan menjumpai Atsarah (penguasa yang tidak memberikan hak hartanya kaum muslimin, baik dimakan sendiri sendiri atau dialihkan ke orang lain yang tidak berhak), maka bersabarlah hingga kalian menjumpaiku di Telaga.” (HR. Bukhari).

Kedua: Tidak membantu kedzaliman para penguasa.

Rasulullah bersabda,

سيكونُ أُمَراءُ يكذِبونَ ويظلِمونَ فمَن صدَّقهم بكذِبِهم وأعانهم على ظُلمِهم فليس منِّي ومَن لَمْ يُصدِّقْهم بكذِبِهم ولَمْ يُعِنْهم على ظُلمِهم فهو منِّي وأنا منه ويرِدُ علَيَّ الحوضَ

“Akan datang (setelahku) para penguasa yang berdusta dan dzalim, barangsiapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu mereka atas kedzalimannya maka dia bukan termasuk bagianku. Barangsiapa yang tidak membenarkan kedustaannya serta tidak membantu kedzaliman mereka, maka dia termasuk bagianku dan Akupun bagian darinya, kelak dia akan mengunjungi telagaku.” (HR. Thabrani).

Orang yang diusir dari telaga Nabi.

Pada dasarnya semua seorang beriman memiliki hak untuk menikmati keindahan telaga Rasulullah Saw, hanya saja ada beberapa orang yang terhalang darinya, ya tentunya disebabkan perbuatan mereka tatkala di dunia.

Imam Qurthubi berkata, “Setiap orang yang murtad dari agama Allah, atau membuat bid’ah yang tidak diridhai serta tidak di izinkan oleh Allah, maka dia termasuk orang-orang yang diusir serta dijauhkan dari telaga. Orang paling besar kemungkinan diusir adalah orang yang menyelisihi jama’ah kaum muslimin, memisahkan diri dari jalannya, seperti Khawarij, Syiah Rafidhah, dan Muktazilah, mereka semuanya adalah orang-orang yang telah mengganti (ajaran Rasulullah).

Demikian juga orang-orang dzalim yang melampaui batas atas kedzalimannya, membasmi kebenaran, membantai penganut kebenaran, serta menekan mereka. Atau orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa besar, menganggap remeh maksiat, juga kelompok menyimpang, penganut hawa nafsu dan bid’ah.”

Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang bisa merasakan nikmatnya Telaga Kautsar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top