Menyambut Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan (Part II)

Amalan senjutnya adalah:

2. Istighfar.

Seorang mukmin hendaknya memperbanyak istighfar pada hari-hari seperti ini, khususnya pada waktu sahur sebelum terbit fajar; karena seorang mukmin akan selalu melihat dirinya bermudah-mudahan dalam ketaatan kepada Allah ﷻ sehingga amalan yang dilakukan bisa saja ditolak oleh Allah ﷻ, dan dengan istighfar tersebut dia berharap bisa diampuni serta semua amalan kebaikannya diterima oleh Allah ﷻ. Al-Qur’an menyebutkan keadaan mereka dengan firman Allah ﷻ,

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Ad-Dzariyat:18).

4. Berdoa.

Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dilantunkan saat malam lailatul qadr, beliau ﷺ memerintahkan agar berdoa,

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).

Hendaknya kaum muslimin memperbanyak doa ini di setiap malamnya, karena bisa jadi dengan perantara doa tersebut Allah ﷻ memberikan taufikNya kepada mereka sehingga mereka akan  mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan kepada Allah ﷻ, sebagaimana yang terjadi pada kisahnya syeikh Abdurrazzaq Al-Badr hafidzhaullah dengan seorang pemuda yang sedang bermain musik.

5. Tadabur Al-Qur’an.

Al-Qur’an diturunkan kepada umat manusia bukan untuk sekedar dibaca dan dihafal, namun agar mereka mau merenungkan isi kandungannya, sebagaimana firman Allah ﷻ,

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran” (QS. Shad:29).

Sebagian salaf berkata, “Jika aku membaca surat Az-Zalzalah dan Al-Qari’ah di malam hariku hingga pagi namun disertai dengan tadabur maka itu lebih aku sukai dari pada aku menghabiskan bacaan Al-Qur’an dengan cepat.”

Ada juga seorang laki-laki yang berkata kepada Ibnu Mubarak rahimahullah, “Aku mengkhatamkan Al-Qur’an tadi malam dalam satu rakaat.” Beliau menjawab, “Aku mengetahui seseorang (dirinya sendiri) tadi malam hanya mengulang-ulang surat At-Takatsur hingga pagi hari dan tidak sanggup untuk melewatinya.”

Fudhail rahimahullah ketika membaca Al-Qur’an, bacaannya tartil, mengharukan dan perlahan-lahan seolah-olah dia sedang mengajak bicara orang lain. Jika melewati ayat yang menyebutkan kenikmatan surga maka dia mengulanginya serta berdoa agar dikaruniakan kepadanya.

Orang yang tidak memahami tafsir Al-Qur’an bisa jadi masuk dalam firman Allah ﷻ yang berbunyi,

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِىَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS. Al-Baqarah:78).

Al-amani artinya hanya sekedar bacaan huruf dan kalimat, tanpa disertai pemahaman sedikitpun. Bukankah Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

لقد نزلت الليلة عليّ آية ويل لمن قرأها ولم يتفكر فيها: إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الأَلْبَابِ

“Sungguh telah turun kepadaku pada mala mini satu ayat, celakalah bagi orang yang membacanya namun tidak mau merenungkannya (yaitu); “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (HR. Ibnu Hiban, dan dishahihkan oleh Albani).

Dan tujuan diturunkan Al-Qur’an juga untuk diamalkan isi kandungannya, bagaimana mungkin seseorang bisa mengamalkan jika dia tidak memahami maksud dari ayat Al-Qur’an?

Ya Allah masukkanlah kami kedalam golongannya Ahli Al-Qur’an, karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk senantiasa membaca Al-Qur’an pagi dan petang hari .

Ya Allah mudahkanlah kami untuk memahami kitab-Mu dan berilah taufiq kepada kami untuk bisa mengamalkannya. Janganlah engkau haramkan kepada kami dari kebaikan serta keberkahan Al-Qur’an dalam kehidupan kami ya rabbal ‘alamin.

________

Faedah khutbah Syeikh Munajjid hafidzahullah, dengan sedikit tambahan dari penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top