Pilihlah Temanmu, Sebelum Anda Menyesal

Oleh: Mukhlis Ibnu Katsir.

Setiap orang akan selalu membanggakan dirinya dengan apa yang dimiliki; baik berupa harta, istri, anak ataupun sahabat.

Silahkan anda memilih orang lain sebagai kekasih dalam hidupmu, karena itu adalah hak anda sebagai manusia yang merdeka, namun jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.

Sedikit menengok kisahnya seseorang yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًا يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”

Kenapa dia menyesal?

لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى

“Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku.” (Q.S Al-Furqan:27-29).

Ayat ini turun disebabkan peristiwa yang terjadi antara Rasulullah ﷺ dengan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith. Uqbah termasuk orang yang berada ditengah-tengah pembesar kafir Quraisy, dan dia adalah teman dekatnya Umayah bin Khalaf.

Pada suatu hari dia mengadakan acara walimah (pesta makan) dengan mengundang tokoh-tokoh Quraisy untuk menghadiri acaranya, dan Rasulullah ﷺ  termasuk orang yang mendapatkan undangan walimah tersebut.

Namun Rasulullah ﷺ akan menghadirinya dengan syarat Uqbah berkenan untuk masuk Islam.

Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Uqbah pada saat itu sebenarnya sudah berkeinginan untuk masuk Islam. Dan diapun mengucapkan dua kalimat syahadat, dengan demikian dia telah sah menjadi pemeluk agama Islam. Lalu Rasulullah ﷺ menghadiri acara walimah tersebut serta menyantap hidangannya.

Setelah sahabat dekatnya yaitu Umayyah bin Khalaf mengetahuinya, maka dia mencela Uqbah habis-habisan terhadap apa yang di lakukan.

Uqbah berusaha menenangkan hatinya seraya menyampaikan alasannya yaitu jika ada orang dari bangsawan Quraisy yang enggan menghadiri acaranya maka itu adalah suatu aib besar baginya.

Umayyah tidak mau kalah, “Aku tidak akan rela terhadap apa yang kamu lakukan hingga kamu kembali lagi ke agama nenek moyang, lalu kamu meludahi wajah muhammad, dan kamu cekik lehernya serta katakan kepadanya begini dan begitu.” ujarnya. 

Akhirnya diapun melakukan apa yang di inginkan sahabat karibnya, demi untuk menyenangkan hatinya.

Imam Ad-Dhahak rahimahullahu berkata: “Tatkala dia meludahi Rasulullah ﷺ maka spontan ludah itu kembali ke wajahnya dan membakar wajah juga bibirnya, hingga terdapat bekas di wajah dan kedua pipinya hingga dia mati.

Wahai saudaraku seiman,,, 

Meskipun ayat ini diturunkan karena ulah Uqbah bin Abi Muith, namun berlaku juga untuk yang lainnya sebagaimana yang di katakan oleh Mujahid rahimahullahu.

Artinya, jika anda berbuat kedzaliman maka ayat ini menjadi ancaman bagi anda.

Kedzaliman tidak harus berupa penganiayaan kepada orang lain, namun kedzaliman juga bisa terhadap diri sendiri.

Ketika anda bermaksiat kepada Allah maka itu adalah kedzaliman.

Ketika anda memilih sahabat buruk maka itu adalah kedzaliman.

Oleh karenanya, sebelum anda memilih sahabat maka pertimbangkanlah terlebih dahulu, sehingga bisa dipertanggung jawabkan.

Jangan sampai sahabatmu menuangkan racun dalam kehidupanmu. 

Jangan sampai anak istrimu menghalangimu dari kebaikan.

Jangan sampai orang terdekatmu menjadi sebab utama atas kehancuran masa depanmu.

Namun pilihlah sahabat yang akan membantumu untuk menuju kemuliaan di dunia dan akhirat. 

___

#Faedah Tafsir Qurthubi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top