Sedekah Tidak Akan Membuatmu Jatuh Miskin

Oleh : Ryan Hidayatullah Lc.

Kebanyakan dari kaum muslimin masih banyak yang beryakinan bahwa mengeluarkan harta untuk berinfak dan bersedekah di jalan Allah akan mengurangi jumlah harta yang di milikinya, bahkan bisa membuat jatuh dalam kemiskinan.

Ketahuilah, bahwa anggapan seperti ini tidak datang kecuali dari bisikan setan. Sesungguhnya setan telah berjanji untuk menakuti-nakuti manusia dengan kefakiran, sehingga membuat manusia enggan untuk berinfak. Allah ta’ala berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan akan menakuti-nakuti kalian dengan kemiskinan dan menyuruhmu untuk berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunianya kepadamu. Dan Allah maha luas dan maha mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:268)

Ayat ini menjelaskan bahwa setan mempunyai dua tugas untuk menjebak manusia:

1. Menakuti-nakuti dengan kemiskinan, agar kaum muslimin menahan hartanya dari bersedekah. Seakan-akan setan berkata: Genggamlah harta kalian sekuat-kuatnya, karena jika kalian berinfak maka harta kalian akan berkurang dan membuat kalian jatuh miskin.

2. Menyuruh untuk mengerjakan amalan keji. Kebanyakan ahli tafsir menjelaskan bahwa perbuatan keji yang dimaksud adalah pelit dan enggan untuk berinfak.

Inilah dua sebab yang menjadikan kaum muslimin enggan untuk bersedekah. Dan melupakan bahwa Allah menjajikan barangsiapa yang rajin bersedekah maka mereka mendapatkan ampunan dan keberkahan.

Sedekah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah, karena itu Allah berjanji barangsiapa yang berinfak sekecil apapun dengan mengharapkan keridhaan Allah, maka Allah akan mendatangkan keberkahan dan menggantinya dengan harta yang lebih banyak. Sebaliknya, barangsiapa yang pelit dan enggan bersedekah maka bagi mereka kehancuran.

Allah ta’ala berfirman dalam surat As-Saba’, ayat 39:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Berapapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.”

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda di dalam hadist qudsi, Allah berfirman:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى:يا ابن آدم! أنْفق أنْفق عَلَيْكَ

“Wahai anak adam! Berinfaklah maka Aku pasti akan menggantikannya.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Rasulullah pernah berkata kepada Asma’:

أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِي، فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

“Wahai Asma’ bersedekahlah dan jangan kamu hitung-hitung (sedekah yang kamu keluarkan), karena nanti Allah berhitung kepadamu.”  (HR.Bukhari dan Muslim).

Di hadist yang lain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak, dan satunya lagi berkata, Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang senang bersedekah maka allah akan memberikan anugrah dan keberkahan dalam hidupnya, di dunia Allah akan menggantikan hartanya yang telah diinfakkan, dan di akhirat mereka akan mendapat pahala dan ganjaran yang mulia.

Adapun bagi orang yang pelit dan kikir mereka tidak akan mendapat kecuali kehancuran dari harta yang mereka simpan, Allah akan mempersulit dan menutup pintu rezeki mereka, sehingga kita banyak melihat orang yang enggan bersedekah akan jatuh bangkrut, sering tertimpa musibah, dan sering sakit-sakitan. Semua ini adalah bentuk kehancuran yang telah Allah janjikan pada mereka.

Cara menghilangkan penyakit kikir dalam hati

Setelah kita mengetahui bahwa sedekah dapat mendatangkan keberkahan dan kebaikan di dalam hidup kita, lalu bagaimana cara menghilangkan sifat kikir yang terdapat didalam hati seseorang?

Ketahuilah, sifat kikir adalah salah satu karakter dasar semua manusia, baik kaya ataupun miskin, banyak harta atau sedikit, semua meliliki sifat pelit dalam dirinya. Hanya orang yang beriman yang mampu mengobati sifat tercela ini. Karena, iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam satu hati.

Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an, bahwa orang yang mempunyai banyak harta tidak menjamin dia senang dalam bersedekah, bisa jadi merekalah orang yang paling kikir. Allah berfirman:

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذاً لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفاقِ وَكانَ الْإِنْسانُ قَتُوراً   

“Katakanlah (Muhammad), seandainya kalian memiliki perbendaharan rahmat (rizki) tuhanku, niscaya kalian juga akan enggan untuk menginfakkannya, karena khawatir akan habis dan menjadi miskin. Sungguh manusia itu sangat amat kikir.” (Al-Isra’:100).

Ada dua cara untuk mengobati sifat pelit yang terdapat pada hati manusia:

Pertama: Membiasakan diri dan jangan menunda-nunda.

Semua perbuatan baik harus dilatih agar menjadi kebiasaan. Awalnya memang berat tapi lama-kelamaan akan menjadi ringan. Dalam Qasidah Burdah dikatakan:

“Bahwa jiwa (nafsu) itu bagaikan bayi, bila kau biarkan maka dia akan tetap menyusu sampai beranjak dewasa, namun bila kau larang maka dia akan berhenti dengan sendirinya.”

Karena itu bersedekahlah sesering mungkin walaupun hanya sedikit, tidak harus menunggu kaya baru bersedekah. Tidak harus nominalnya besar baru dikatakan sedekah. Karena amalan sedekah ini kalau tidak dibiasakan akan menjadi berat, bahkan untuk jutawan sekalipun.   

Kedua: Meminta dan memohon perlidungan agar dijauhkan dari sifat kikir.

Rasululluh shalallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa memohon perlidungan dari sifat kikir. Rasulullah sendiri sering berdoa selesai salat, dengan doa zikir berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ.


“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” (HR.Bukhari: 2822).

Abdurrahman Ibnu ‘Auf pernah tawaf di Ka’bah, dan setiap langkahnya dia selalu berdoa, Ya Rabb! Lindungilah diriku dari sifat kikir, Ya Rabb! Lindungilah diriku dari sifat kikir.1

Apa yang kita makan akan habis, dan apa yang kita pakai akan kusam, tidak ada yang kekal kecuali harta yang kita sedekahkan. Maka kami mengajak kaum muslimin, untuk melatih diri dalam bersedekah, menumbuhkan sikap solidaritas yang tinggi sesama kaum muslimin. Utamakan sedekahmu untuk orang-orang yang terdekat, istri dan anak-anakmu, kemudian kerabat-kerabat mu. Dan untuk kaum muslimin secara umum bagi yang membutuhkannya.

Baca juga: Nafkah

Mulailah dari sekarang sebelum kematian datang menjemput, karena tidak ada orang yang paling berat penyesalannya di akhirat nanti, kecuali mereka yang paling sedikit sedekahnya. Allah berfirman:

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Dan nafkahkanlah harta yang direzekikan oleh Allah kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata kepada Rabbnya, “Wahai Rabbku, kenapa Engkau tidak menunda kematianku sebentar saja, sehingga aku bisa menyedekahkan hartaku di jalan Allah dan aku menjadi bagian dari hamba-hamba Allah yang saleh.”

Semoga Allah memberi taufik untuk semuanya.

1. Kitab Wabil Shayib, (1/46).


1 Reply to “Sedekah Tidak Akan Membuatmu Jatuh Miskin”

  1. Ahef berkata:

    MasyaAllahh,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top