Orang Yang Tidak Mendapatkan Ampunan di Bulan Ramadan

Oleh: Ustadz Ryan Hidayatullah Lc.

Hanya hitungan hari bulan Ramadhan akan berpisah dengan kita. Pergi meninggalkan kita, tanpa perjanjian untuk bisa berjumpa ditahun depan. Maka pergunakan waktu yang tersisa ini untuk menyempurnakan dan memperbaiki kualitas ibadah kita, dengan harapan semoga ibadah kita selama ini diterima disisi Allah Azza wa Jalla.  

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diselimuti malam dan harinya dengan rahmat dan ampunan, maka sungguh merugilah orang yang keluar darinya dan dosa-dosanya masih bersamanya. 

Abu Hurairah berkata: Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam naik keatas mimbar beliau mengatakan “Aamin” sebanyak tiga kali. Disaat Rasulullah turun dari mimbar salah satu dari kami bertanya: Apa yang membuat engkau berkata “Aamin” tadi? Kemudian Rasulullah bersada: Telah datang kepadaku Jibril, dan dia berkata: 

رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ رَمَضَان فَلَمْ يُغْفر لَهُ

“Sungguh rugi dan terhina orang yang mendapatkan bulan Ramadhan dan dosanya tidak terhapus. Maka aku mengatakan: Aamin (Ya Allah kabulkanlah)”1.

Hadist ini menunjukkan bahwa ada segolongan orang yang  mendapatkan bulan Ramadhan dan dia tidak mendapatkan apapun kecuali rasa lapar dan dahaga. Bagaimana tidak terhina, mereka masuk kedalam bulan yang ampunan dan rahmat Allah terbuka lebar, semua doa yang dipanjatkan akan didengar dan kabulkan, namun mereka menyia-nyiakannya dengan bersantai-santai dan bersenda gurau.

Jika bukan dibulan ini kita mengharapakan dan memohon ampunan  dosa-dosa kita darinya, maka dibulan mana lagi kita bisa mendapatkan kesempatan besar untuk meraih magfirah-Nya, apakah ada bulan yang lebih mulia dari bulan Ramadhan? 

Mari kita simak perkataan Imam Qatadah rahimahullah,beliau berkata: “ Aku pernah mendengar orang berkata:  Barang siapa yang dosa dan kesalahannya tidak diampuni di bulan Ramadhan maka jangan mengharap dia akan diampuni di bulan lain2.

Ketahuilah, sesungguhnya salah satu sebab dosa tidak diampuni dibulan ini adalah karena ada sebagian golongan dari kaum muslimin yang enggan untuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata kepada sahabat-sahabatnya: 

يُغْفَرْ بِهِ إِلّا مَنْ أَبَى. قَالُوْا :يَا أَبَا هُرَيْرَة! وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: يَأْبَى أَنْ يَسْتَغْفِرُ الله

“Setiap yang masuk kedalam (bulan Ramadhan) akan diampuni dosanya kecuali dia yang enggan. Kemudian para sahabatnya berkata:  Wahai Abu Hurairah! Siapa mereka yang tidak mau diampuni dosanya? Mereka adalah orang yang enggan beristighfar (di bulan Ramadhan)”3.

Maka dari itu, sebelum Ramadhan pergi meninggalkan kita, kami mengajak kepada kaum muslimin untuk bertaubat dan memperbanyak mengucapkan kalimat  istighfar “Astagfirullah” (semoga Allah mengampuni dosaku). Seberat dan sebanyak apapun dosa kita, jangan pernah berputus asa dengan ampunannya, dan selalu berbaik sangkalah kepada Rabbmu.

Sesungguhnya pintu taubat masih terbuka lebar, rahmat dan ampunannya terus tercurah bagi hamba yang memohon ampunan-Nya. Allah berfirman: 

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh dialah yang maha pengampun dan penyayang”

Ketahuilah, bahwa kalimat istighfar sebaik-baik kalimat yang digunakan untuk  mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Allah.

Jika kita melihat sejarah dari Imam-Imam terdahulu, kita akan mendapatkan bahwa mereka sering menasehati sahabat dan anak-anaknya untuk senantiasa beristigfar di setiap saat.

• Hasanul Bashri  berkata: ”Perbanyaklah istighfar kalian, sesungguhnya kalian tidak mengetahui kapan rahmat Allah turun”.

•Luqmanul Hakim berkata kepada anaknya: “ Wahai anakku, biasakanlah dirimu untuk bersitighfar setiap saat, sesungguhnya Allah mempunyai waktu-waktu dimana semua doa yang dipanjatkan akan dikabulkan.”

•Sebagian salaf pernah berkata:  Sesungguhnya iblis mencelakai manusia dengan dosa-dosanya . Dan Bani Adam dapat mencelakai ku (iblis) dengan kalimat tahlil (tauhid) dan istighfar.

Islam selalu mensyariatkan kalimat istighfar dilafadzkan setiap dari akhir amalan shaleh, misalnya:  Shalat dan haji , atau majlis ilmu, semuanya diakhiri dengan membaca istighfar, maka ini menunjukkan keharusan kita menutup hari-hari terakhir amalan puasa kita dibulan berkah ini dengan istighfar juga. Karena itu, Umar bin Abdul Aziz pernah memerintahkan rakyatnya untuk mengakhiri bulan Ramadhan denga istighfar dan membayar zakat fitrah.    

Kami  tutup tulisan ini dengan pesan perpisahan dari Ibnu Rajab rahimahullah:

“Wahai hamba Allah! Sesungguhnya bulan Ramadhan telah bersiap untuk pergi meninggalkan kita. Tidak ada yang waktu tersisa melainkan hanya sedikit. Siapa saja diantara kalian yang telah berbuat baik didalam bulan ini, hendaknya ia sempurnakan. Dan siapa yang masih banyak kekurangan, hendaknya dia tutup diwaktu yang tersisa ini dengan kebaikan. Karena amalan itu tergantung dipenghujungnya. Maka pergunakanlah malam dan siangnya yang tersisa dengan amalan bermanfaat.  Titipkanlah amal shalihmu kepadanya sehingga ia kelak akan menjadi saksimu di hadapan Allah. Dan lepaskankanlah perpisahan darinya dengan mengucapkan sebaik-baik salam perpisahan4”.

Sumber rujukan :

1. Sunan Tirmidzi (3535), Musnad Imam Ahmad (12/421), Shahih Ibnu Hibban (2/143).

2. Lathaiful Ma’arif (1/378)

3. Badruddin Al-‘Ayni didalam kitabnya ‘umdatul qari(10/268), hadist ini diriwayatkan Al-Hakim di Mustadraknya, dan dishahihkan Ibnu Hibban.

4. Lathaiful Ma’arif (1/386)

6 tanggapan untuk “Orang Yang Tidak Mendapatkan Ampunan di Bulan Ramadan

  • 18 Mei 2020 pada 5:31 pm
    Permalink

    MasyaAllah, barakallahu fisik Ustadz Ryan Hidayatullah, Lc.

    Balas
    • 18 Mei 2020 pada 6:19 pm
      Permalink

      Terimakasih telah berkunjung di web kami, semoga bermanfaat.

      Balas
  • 18 Mei 2020 pada 5:33 pm
    Permalink

    MasyaAllah, Barakallahu fiik Ustadz Ryan Hidayatullah, Lc.

    Balas
    • 18 Mei 2020 pada 6:18 pm
      Permalink

      Terimakasih telah berkunjung di web kami, semoga bermanfaat.

      Balas
  • 24 Mei 2020 pada 3:41 am
    Permalink

    MasyaAllah, barokallahufiykum syaikh,

    Balas
    • 24 Mei 2020 pada 3:49 am
      Permalink

      terima kasih telah berkunjung ke web kami, semoga bermanfaat.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *